Sifat- Sifat Energi Panas

Sifat-sifat energi panas beragam mulai dari dapat berpindah, mengubah suhu hingga membuat benda-benda memuai. Adapun beberapa sifat energi panas yang dimilikinya yaitu :

1.   Sifat energi panas dapat berpindah


     Energi panas dapat berpindah berdasarkan hantarannya yaitu dengan konveksi, konduksi dan radiasi.

-       Konveksi adalah perpindahan panas dengan cara aliran. Contohnya minyak goreng yang dipanaskan hingga panas merata dan air yang dipanaskan diatas kompor.  

Gambar 7 Perpindahan secara konveksi

-       Konduksi yaitu perpindahan panas yang terjadi melalui hantaran benda berat. Contoh perpindahan secara memegang sendok yang terbuat dari alumunium dan diletakkan di air yang panas. Maka sendok tersebut lama-lama akan terasa panas hingga ke ujung pegangan sendok.

Gambar 8 Perpindahan secara konduksi

-      Radiasi yaitu perpindahan panas melalui pancaran. Misalnya, ketika berada di dekat api unggun badan akan terasa hangat, atau badan akan merasa hangat saat
berjemur di bawah sinar matahari.

Gambar 9 Perpindahan secara radiasi

2.  Energi panas dapat mengubah suhu

            Semua benda yang dipanaskan tentu akan mengalami perubahan suhu. Misalnya, air yang dimasak menggunakan kompor. Pasti air tersebut nantinya akan mendidih. Hal ini berarti air yang dipanaskan tadi sudah mengalami perubahan suhu, dari air yang dingin menjadi air panas

Gambar 10 Air yang dipanaskan

3. Energi panas dapat mengubah bentuk dan volume benda

            Selain dapat mengubah suhu, energi panas juga bis mengubah suatu bentuk benda dan volumenya. Contohnya ketika sedang melelehkan mentega di atas api. Maka mentega tersebut nantinya akan mencair atau meleleh. Selain itu es yang didiamkan di panas terik matahari akan mencair. Proses tersebut akan mengalami perubahan bentuk dan juga volume

Gambar 11 Es mencair


4.  Energi panas dapat membuat benda memuai

Beberapa benda yang terkena panas dapat memuai, dapat dilihat dari benda tersebut biasanya berubah menjadi lebih besar dan mengembang. Sifat tersebut dapat dilihat di kehidupan sehari-hari. Contohnya sebuah kaca jendela yang akan memuai jika terkena panas. Oleh sebab itu, kaca jendela biasanya dipasang lebih longgar. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar kaca tidak pecah saat mengalami pemuaian. Contoh lainnya yaitu rel kereta api dipasang renggang yang memiliki tujuan agar tidak melengkung ketika terjadi pemuaian di siang hari. 


Gambar 12 Pemasangan kaca di salah satu tempat makan di Bali


El Lago adalah salah satu tempat makan yang ada di Kintamani. Tempat makan yang sangat estetik dan banyak pengunjungnya karena dapat langsung menikmati pemandangan Gunung Batur.  Bangunannya banyak menggunakan kaca dan pemasangan kacanya tentu sedikit renggang agar kaca tidak mudah pecah ketika terjadi pemuaian.







Komentar